ID, identity,
identitas ..... Ini semua sama, dan ini semua penting. Ternyata gak sedikit
orang yang memalsukan identitas mereka. Kenapa sih emangnya? Ada yang salah
dengan identitasnya? Apa dia orang illegal? Buronan? Atau apa sih ?
Bisa
jadi orang menyembunyikan identitasnya ketika ia punya masa lalu yang buruk,
yang gak ingin diketahui orang lain. Bisa jadi juga dia emang sedang dicari
banyak oknum. Dan masih banyak alasan lainnya kenapa orang memilih
menyembunyikan identitasnya.
Kenapa
sih identitas aja kok jadi dipermasalahkan sampe sebegininya?
Haha...
Mungkin bagi sebagian kalian ini memang seperti membesar-besarkan masalah
sepele. Tapi, coba kita tinjau ulang seberapa penting sih identitas? Gini aja
deh! Coba barang kalian ada yang jatuh atau ketinggalan, apa yang bakal
menemukan kalian dengan benda itu? Identitas kan? Gimana seorang individu
mengenal atau mengetahui individu lainnya? Dengan identitas juga kan? Ini
contoh sederhananya aja dalam keseharian kita.
Jadi
identitas disini maksudnya jati diri kita. Iya jati diri, jati diri kita
sebagai muslim/muslimah, jati diri kita sebagai santri/santriwati, jati diri
sebagai mahasiswa/mahasiswi. Pastinya semua itu punya ciri masing-masing kan?
Gimana identitas seorang muslim atau muslimah yang membedakannya dengan umat
beragama lainnya. Gimana sih seorang santri/santriwati atau mahasiswa/mahasiswi
menunjukkan jati dirinya dalam masyarakat atau suatu lingkungan? Misalnya dari
pakaian, perilaku, perkataan. Ini dia yang saya maksud sebagai identitas.
Dengan orang
lain tahu jati diri kita, maka keberadaan kita akan dianggap. Juga orang lain
akan menghargai kita apa adanya kita. Bukannya mau dihargai atau pun dihormati
yaa....! Tapi tunjukkan inilah kita dengan perilaku yang ramah dan santun. Ini
cerminan sebagai muslim/muslimah yang baik. Kalo mahasiwa dan santri gimana
donk? Yaudah, kita terapkan apa yang telah kita dapatkan.
Jangan malu
ngaku sebagai santri karena takut dibilang kampungan, trus sok bergaya kayak
temen-temen lainnya. Inget apa yang udah ditanamkan ustadz/ustadzah di pondok.
Justru dengan orang lain tahu kalo kamu santri/santriwati mereka gak akan
berlaku yang gak semestinya ke kamu.
Begitu juga dengan
mahasiswa/mahasiswi. Gimana mereka bisa diterima di masyarakat? Perilaku atau
akhlak-lah yang pertama kali mempengaruhi semua itu. Mau sepandai apapun atau
seaktif apapun seorang mahasiswa tapi kalo akhlak-nya minus, tetep aja dia gak
akan diterima di masyarakat. Bagaimana etika mereka dalam menyampaikan
aspirasi, termasuk bagaimana mereka berperilaku terhadap pengajar atau dosen. Gimana-gimana
juga dosen kita tetep seorang yang wajib kita hormati kayak semasa kita
sekolah.
Trus, ketika
kamu lulus dari sebuah lembaga ataupun institusi. Nggak semestinya juga kita
sembunyikan. Entah almamater kita itu bagus akreditasinya ataupun nggak, dia
udah berjasa menampung kita selama menuntut ilmu. Kalaupun ya dikenal kurang
bagus, berarti kita sebagai alumninya lah yang seharusnya mengangkat nama
almamater kita itu. Tapi kalo pun udah dikenal bagus, bukan berarti kita
semaunya atau malah sembunyi karena ngrasa gak kuat menanggung nama almamater
yang dikenal bagus itu. Sebaliknya kita malah harus bisa menjaga nama baik
institusi tersebut, dan menyeimbangkan kemampuan yang kita miliki dengan nama
baik institusi tersebut agar bisa bersaing dengan lembaga atau institusi
lainnya.
Nah,
temen-temen! Ayo kita tunjukin identitas kita. Semoga bisa jadi contoh dan
teladan untuk lingkungan sekitar. Asal identitasnya yang baik-baik yah! Dengan
begitu kita udah menyebarkan atmosfer yang baik buat sekitar kita secara gak
langsung. Semoga juga bisa kasih pengaruh yang lebih berarti nantinya.
Amiin....
No comments:
Post a Comment