Monday, September 22, 2014

Showing Identity or Hiding Identity

ID, identity, identitas ..... Ini semua sama, dan ini semua penting. Ternyata gak sedikit orang yang memalsukan identitas mereka. Kenapa sih emangnya? Ada yang salah dengan identitasnya? Apa dia orang illegal? Buronan? Atau apa sih ?
    Bisa jadi orang menyembunyikan identitasnya ketika ia punya masa lalu yang buruk, yang gak ingin diketahui orang lain. Bisa jadi juga dia emang sedang dicari banyak oknum. Dan masih banyak alasan lainnya kenapa orang memilih menyembunyikan identitasnya.
   Kenapa sih identitas aja kok jadi dipermasalahkan sampe sebegininya?
   Haha... Mungkin bagi sebagian kalian ini memang seperti membesar-besarkan masalah sepele. Tapi, coba kita tinjau ulang seberapa penting sih identitas? Gini aja deh! Coba barang kalian ada yang jatuh atau ketinggalan, apa yang bakal menemukan kalian dengan benda itu? Identitas kan? Gimana seorang individu mengenal atau mengetahui individu lainnya? Dengan identitas juga kan? Ini contoh sederhananya aja dalam keseharian kita.
    Jadi identitas disini maksudnya jati diri kita. Iya jati diri, jati diri kita sebagai muslim/muslimah, jati diri kita sebagai santri/santriwati, jati diri sebagai mahasiswa/mahasiswi. Pastinya semua itu punya ciri masing-masing kan? Gimana identitas seorang muslim atau muslimah yang membedakannya dengan umat beragama lainnya. Gimana sih seorang santri/santriwati atau mahasiswa/mahasiswi menunjukkan jati dirinya dalam masyarakat atau suatu lingkungan? Misalnya dari pakaian, perilaku, perkataan. Ini dia yang saya maksud sebagai identitas.
Dengan orang lain tahu jati diri kita, maka keberadaan kita akan dianggap. Juga orang lain akan menghargai kita apa adanya kita. Bukannya mau dihargai atau pun dihormati yaa....! Tapi tunjukkan inilah kita dengan perilaku yang ramah dan santun. Ini cerminan sebagai muslim/muslimah yang baik. Kalo mahasiwa dan santri gimana donk? Yaudah, kita terapkan apa yang telah kita dapatkan.
Jangan malu ngaku sebagai santri karena takut dibilang kampungan, trus sok bergaya kayak temen-temen lainnya. Inget apa yang udah ditanamkan ustadz/ustadzah di pondok. Justru dengan orang lain tahu kalo kamu santri/santriwati mereka gak akan berlaku yang gak semestinya ke kamu.
Begitu juga dengan mahasiswa/mahasiswi. Gimana mereka bisa diterima di masyarakat? Perilaku atau akhlak-lah yang pertama kali mempengaruhi semua itu. Mau sepandai apapun atau seaktif apapun seorang mahasiswa tapi kalo akhlak-nya minus, tetep aja dia gak akan diterima di masyarakat. Bagaimana etika mereka dalam menyampaikan aspirasi, termasuk bagaimana mereka berperilaku terhadap pengajar atau dosen. Gimana-gimana juga dosen kita tetep seorang yang wajib kita hormati kayak semasa kita sekolah.
Trus, ketika kamu lulus dari sebuah lembaga ataupun institusi. Nggak semestinya juga kita sembunyikan. Entah almamater kita itu bagus akreditasinya ataupun nggak, dia udah berjasa menampung kita selama menuntut ilmu. Kalaupun ya dikenal kurang bagus, berarti kita sebagai alumninya lah yang seharusnya mengangkat nama almamater kita itu. Tapi kalo pun udah dikenal bagus, bukan berarti kita semaunya atau malah sembunyi karena ngrasa gak kuat menanggung nama almamater yang dikenal bagus itu. Sebaliknya kita malah harus bisa menjaga nama baik institusi tersebut, dan menyeimbangkan kemampuan yang kita miliki dengan nama baik institusi tersebut agar bisa bersaing dengan lembaga atau institusi lainnya.
Nah, temen-temen! Ayo kita tunjukin identitas kita. Semoga bisa jadi contoh dan teladan untuk lingkungan sekitar. Asal identitasnya yang baik-baik yah! Dengan begitu kita udah menyebarkan atmosfer yang baik buat sekitar kita secara gak langsung. Semoga juga bisa kasih pengaruh yang lebih berarti nantinya. Amiin....



No comments:

Post a Comment